Perubahan menjadi tua merupakan suatu fase kehidupan yang dialami oleh manusia. Semakin panjang usia seseorang, maka akan mengalami proses degeneratif. Salah satu dari proses degeneratif pada lansia yaitu banyaknya lansia yang terkena penyakit dan gangguan kesehatan, diantaranya penyakit sendi yaitu artritis. Prevalensi artritis di Indonesia menurut penelitian Zeng et all mencapai 23,6 % sampai 31,3%. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (overt behaviour). Pengetahuan kesehatan akan berpengaruh kepada perilaku sebagai hasil jangka menengah (intermediate impact) dari pendidikan kesehatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan lansia tentang artritis di posyandu lansia Nurparisti Desa Ledug Tahun 2014 berdasarkan umur, pendidikan dan sumber informasi.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Sampel sebanyak 32 orang diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tanggal 27 Juni 2014, dengan kuesioner 25 pertanyaan dengan responden 32 orang didapatkan hasil pengetahuan lansia tentang artritis adalah cukup (56,2%). Lansia yang berpengetahuan cukup yaitu berumur 45-59 tahun, berpendidikan dasar (SD, SMP), mendapat sumber informasi dari lingkungan keluarga/kerabat.
Tingkat pengetahuan lansia artritis
. (2014). Gambaran Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Artritis Di Posyandu Lansia Nurparisti Desa Ledug Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Tahun 2014. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id