Selama ini sebagai masyarakat merasa tabu untuk membicarakan tentang menstruasi dalam keluarga, sehingga remaja awal kurang memiliki pengetahuan dan sikap yang cukup baik tentang perubahan-perubahan fisik dan psikologis terkait menarche. Kesiapan mental sangat diperlukan sebelum menarche karena perasaan cemas dan takut akan muncul, selain itu juga pengetahuan tentang perawatan diri yang diperlukan saat menstruasi perlu ditingkatkan. Pada remaja putri yang mengalami menarche tanpa pengetahuan yang cukup akan mengalami berbagai kecemaan yang akan berkurang apabila tersedianya layanan pendidikan kesehatan di sekolah serta meningkatnya keinginan remaja untuk membaca buku-buku kesehatan.
Jenis penelitian ini adalah analisis korelasi dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas V dan kelas VI yang berjumlah 57 siswi yang belum mengalami menarche di SD N 1 Krandegan Banjarnegara pada tahun ajaran 2013, pengambilan datanya menggunakan kuesioner.
Sebagian besar siswi dengan tingkat pengetahuan baik memiliki tingkat kecemasan ringan yaitu sebanyak 10 responden (58,8%), sedangkan siswi dengan tingkat pengetahun yang cukup sebagian besar memiliki tingkat kecemasan sedang yaitu sebanyak 13 responden (59,1%) serta siswi dengan tingkat pengetahuan yang kurang sebagian besar memiliki tingkat kecemasan berat yaitu sebanyak 15 responden (83,3%). Berdasarkan hasil analisis dengan uji chi square probabilitas (0,000) < n (0,05) berarti Ho ditolak artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang menstruasi dengan kecemasan dalam menghadapi menarche.
Kecemasan pengetahuan Hubungan
. (2014). HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MENSTRUASI DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADDAPI MENARCHE PADA SISWI DI SD N 1 KRANDEGAN BANJARNEGARA TAHUN 2013. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id