ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. M DENGAN POST SECTIO CAESAREA ATAS INDIKASI KETUBAN PECAH DINI (KPD) DI RUANG BOUGENVILE RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA
Setiap periode kehamilan hingga masa nifas berisiko mengalami kematian maternal. Dalam upaya mempercepat penurunan kematian ibu Kementerian Kesehatan menekankan pada penyediaan pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas dimasyarakat. Indikator yang digunakan untuk menilai keberhasilan upaya penurunan kematian ibu meliputi indikator pelayanan antenatal, pelayanan persalinan dan pelayanan nifas (Riskesdas, 2010).
Setiap wanita menginginkan persalinannya berjalan lancar dan dapat melahirkan bayi dengan sempurna. Ada dua cara persalinan yaitu persalinan lewat vagina yang lebih dikenal dengan persalinan alami dan persalinan caesar atau sectio caesarea yaitu tindakan operasi untuk mengeluarkan bayi dengan melalui insisi pada dinding perut dan didinding rahim (Wiknjosatro, 2007).
Tujuan penulisan adalah Mampu melaksanakan Asuhan Keperawatan pada Ny. M post sectio caesarea+MOW hari ke-0 atas indikasi ketuban pecah dini (KPD) di ruang Bougenvile RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga secara sistematis dan secara komprehensif dengan menggunakan pendekatan komunikasi terapeutik.
Sectio Caesarea Indikasi Ketuban Pecah Dini
. (2015). ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. M DENGAN POST SECTIO CAESAREA ATAS INDIKASI KETUBAN PECAH DINI (KPD) DI RUANG BOUGENVILE RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id