Latar Belakang : Frekuensi plasenta previa di negara berkembang berkisar antara 1-2,4%, angka kematian maternal akibat plasenta previa sekitar 0,1-5% sedangkan angka kematian perinatal akibat plasenta previa sekitar 7-25%.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara umur ibu dengan kejadian plasenta previa pada ibu hamil di RSUD Banyumas tahun 2010.
Metode : Metode penelitian ini adalah cross sectional dengan pendekatan retrosfektif berdasarkan data sekunder, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yang diambil menggunakan data Rekam medik semua ibu hamil yang melakukan kunjungan di RSUD Banyumas pada tahun 2010 sebanyak 2935 ibu hamil.
Hasil : Hasil penelitian ini adalah dari total sampel sebanyak 2395, ibu hamil dengan umur 20-35 tahun sebanyak 1918 orang, sedangkan ibu hamil dengan umur <20 sebanyak 106 orang dan>35 tahun sebanyak 371 orang. Ibu hamil dengan umur < 20 tahun yang mengalami plasenta previa sebanyak 5 orang (14,7 %) dan umur> 35 tahun yang mengalami plasenta previa sebanyak 25 orang (73,5%) lebih banyak dibandingkan dengan umur 20-35 tahun yaitu sebanyak 4 orang (11,8%). Terdapat hubungan antara umur ibu hamil dengan kejadian plasenta previa.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara umur ibu hamil dengan kejadian plasenta previa di RSUD Banyumas pada tahun 2010 dengan kekuatan hubungan rendah sehingga dapat disimpulkan bahwa kejadian plasenta previa tidak hanya disebabkan oleh umur ibu hamil saja akan tetapi juga disebabkan oleh factor lainnya.
plasenta previa Umur Ibu Hamil
. (2012). Hubungan Antara Umur Ibu Dengan Kejadian Plasenta Previa Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas Tahun 2010. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id