Salah satu masalah kesehatan yang terjadi pada lansia yaitu beridiri dan berjalan tidak stabil atau mudah jatuh. Kejadian jatuh pada lansia di Jawa Tengah meningkat pada lansia yang berumur 74 tahun keatas dengan jumlah 84,1 %. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan mengidentifikasi faktor resiko yang menyebabkan jatuh baik dari faktor intrinsik maupun ekstrinsik, sehingga penanganan yang tepat dapat dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkitan dengan kejadian jatuh pada lansia di Unit Rehabilitasi Sosial Dewanata Cilacap meliputi faktor demensia, gangguan berjalan, dan lingkungan.
Penelitian ini merupakan penelitian descriptive analitic dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari data primer yang diambil secara langsung saat penelitian dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi sebagai lat pengumpulan data yang dibagikan kepada 42 responden. Data penelitian diolah dengan menggunakan uji statistik chi square dengan derajat kemaknaan (α) = 0,05 (CI= 95%).
Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden berada pada kelompok old (75-90 tahun) sebanyak (59,5%). Tidak ada hubungan antara demensia, gangguan berjalan, lingkungan dengan kejadian jatuh pada lansia dengan hasil p-value>α (0,05).
Lanjut usia Lingkungan Demensia Gangguan Berjalan Jatuh
. (2014). Analisis Faktor-Faktor Yang Berkaitan Dengan Kejadian Jatuh Pada Lansia Di Unit Rehabilitasi Sosial Dewanata Cilacap Tahun 2014. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id