Diabetes Melitus merupakan suatu keadaan dimana kadar glukosa darah melebihi batas normal yaitu kadar glukosa darah puasa lebih dari atau sama dengan 126 mg/dl dan kadar glukosa darah sewaktu lebih dari atau sama dengan 200 mg/dl. Melalui terapi progressive muscle relaxation (PMR) responden mendapatkan relaksasi otot, ketika rileks produksi hormon kortisol berkurang yang akan mempengaruhi penurunan kadar glukosa darah. Studi pendahuluan berdasarkan profil kesehatan Puskesmas Purbalingga tahun 2013, angka kejadian DM Tipe 2 sebanyak 311 orang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik PMR terhadap kadar glukosa darah pada pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Purbalingga 2014.
Desain penelitian Quasy eksperiment design dengan non Equivalent Control Group. Pegambilan sampel menggunakan tehnik Accidental sampling. Sample penelitian 20 orang, 10 kelompok eksperimen dan 10 kelompok kontrol yang dikelompokkan secara acak. Data diambil dari hasil pengukuran kadar glukosa darah sebelum dan sesudah dilakukan teknik PMR.
Hasil penelitian ditemukan penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM Tipe 2 yang mendapatkan teknik PMR, p value (0,029) lebih kecil dari nilai α (0,05). Teknik PMR direkomendasikan sebagai terapi pendamping disamping terapi medis.
Teknik Progressive Muscle Relaxation Diabetes Melitus Tipe 2
. (2014). Pengaruh Teknik Progressive Muscle Relaxation Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Purbalingga. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id