Latar Belakang: Lanjut usia merupakan tahap akhir kehidupan manusia. Lansia termasuk kelompok berisiko karena mengalami penurunan kemampuan kerja tubuh. Peningkatan jumlah lansia pensiunan dapat berisiko terhadap terjadinya post power syndrome. Post power syndrome dipengaruhi oleh karateristik lansia salah satunya adalah jumlah pendapatan lansia setelah pensiun.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendapatan lansia pensiun dengan kecenderungan post power syndrome di Desa Ledug Kembaran Banyumas.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik korelasional. Responden dalam penelitian ini adalah lansia pensiunan yang berada di Desa Ledug sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportioned stratified random sampling sebanyak 95 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.
Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara jumlah pendapatan lansia pensiun dengan kecenderungan Post Power Syndrome. Responden sebagian besar mempunyai pendapatan lebih dari sama dengan UMR tetapi tanggungan atau beban pengeluaran responden besar serta tidak adanya pemasukan dari usaha lain
lansia post power syndrome Pendapatan Lansia Pensiun
. (2014). Hubungan Pendapatan Lansia Pensiun Dengan Kecenderungan Post Power Syndrome Di Desa Ledug Kembaran Banyumas Tahun 2014. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id