Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang menyerang jaringan (parenkhim) paru yang disebabkan oleh mycobakterium tuberculosis. Penyakit ini juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain seperti meningen, ginjal, tulang, dan nodus limfe.
Jumlah populasi kasus TB Paru positif di kabupaten Banyumas tahun 2011 sebanyak 1.704 kasus dengan BTA positif sebanyak 613 kasus atau CDR (Case Detection Rate) BTA positif sebesar 27 per 100.000 penduduk. Sedangkan pada tahun 2012 sebanyak 1.216 kasus dengan BTA positif sebanyak 917 kasus atau CDR (Case Detection Rate) BTA positif sebesar 36 per 100.000 penduduk.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran angka kejadian, klasifikasi, dan tipe tuberkulosis paru di wilayah Puskesmas Kedungbanteng tahun 2013.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah sampel 58 responden dari data sekunder rekam medik. Analisa data menggunakan univariate.
Angka kejadian TB Paru di wilayah Puskesmas Kedungbanteng tahun 2013 yaitu TB Paru dengan BTA (+) Rongent (-) 39 orang dan BTA (-) Rongent (+) 19 orang. Klasifikasi berdasarkan organ yang terkena 57 paru, 1 orang TB Paru dengan dan berdasarkan pemeriksaan mikroskopis 39 orang BTA (+) dan 19 orang BTA(-). Tipe pasien yaitu 54 orang pasien baru dan 4 orang pasien pindahan.
Tuberkulosis Paru
. (2014). Gambaran Angka Kejadian, Klasifikasi, Dan Tipe Tuberkulosis Paru Di Wilayah Puskesmas Kedungbanteng Tahun 2013. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id