Anemia merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi pada wanita hamil. Ibu hamil yang mengalami anemia mempunyai risiko kesakitan lebih besar terutama pada usia kehamilan 32 minggu sampai 36 minggu karena mengalami hemodelusi atau pengenceran dengan peningkatan volume 30% sampai 40% yang menyebabkan anemia fisiologis. Jika kehamilan terjadi pada seorang ibu yang telah menderita anemia, maka perdarahan pasca persalinan dapat memperberat anemia dan dapat berakibat fatal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian anemia pada kehamilan di Puskesmas Baturaden II tahun 2011. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif study. Pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Responden pada penelitian ini yaitu sebanyak 129 ibu hamil yang menderita anemia.
Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki paritas multipara sebanyak 78 responden (60,5%), sebagian besar umur kehamilan responden adalah 28-40 minggu sebanyak 97 responden (75,2%), sebagian besar umur responden adalah 20-35 tahun sebanyak 108 responden (83,7%).
Sebagian besar ibu yang mengalami anemia memiliki paritas multipara, umur kehamilan 28-40 minggu dan umur responden adalah 20-35 tahun.
Faktor Risiko Anemia Kehamilan
. (2012). Gambaran Faktor Risiko Kejadian Anemia Pada Kehamilan Di Puskesmas Baturaden II Tahun 2011. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id