Latar Belakang: angka kematian ibu (AKI) tahun 2007 di Indonesia masih tinggi, yaitu 309 per 100.000 kelahiran. Dengan komplikasi postpartum sebanyak 14-50 per 100.000 kelahiran hidup. Komplikasi merupakan tanda bahaya nifas, pengetahuan yang kurang terhadap tanda bahaya nifas meningkatkan terjadinya komplikasi. Hasil studi pendahuluan di RSUD Purbalingga melalui wawancara terhadap 10 ibu postpartum, 5 diantaranya tidak paham tentang tanda bahaya nifas.
Tujuan : tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu postpartum tentang tanda bahaya nifas di ruang nifas RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Metode : penelitian ini deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan instrumen kuesioner kepada 33 responden secara Accidental Sampling. Yang dianalisis dengan univariat.
Hasil : pengetahuan ibu postpartum di RSUD Purbalingga sebagian besar baik sebanyak 24 responden (72.7%). Dengan kategori umur 20-35 tahun sebanyak 17 responden (51.5%). Pendidikan dasar sebanyak 19 responden (57.6%). Primipara 15 responden (45.5%). Dan sumber informasi dari petugas kesehatan 12 responden (36.4%) semua berpengetahuan baik.
Kesimpulan : gambaran pengetahuan ibu postpartum tentang tanda bahaya nifas di ruang nifas RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dalam kategori baik.
pengetahuan ibu postpartum tanda bahaya nifas
. (2011). Gambaran Pengetahuan Ibu Postpartum Tentang Tanda Bahaya Nifas Di Ruang Nifas RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Tahun 2011. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id