Latar belakang : Kematian ibu masih menjadi masalah besar di Indonesia. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia relatif tinggi, pada tahun 2009 yaitu 226/100.000 Kelahiran Hidup (KH), dan penyebab terbesar AKI adalah perdarahan postpartum yaitu sebesar 80%. Angka kejadian perdarahan postpartum di RSUD Banjarnegara periode 2009-2010 lebih tinggi yaitu sebanyak 238 kasus dibandingkan RSUD Purbalingga.
Tujuan : Untuk mengetahui karakteristik ibu bersalin dengan perdarahan postpartum di RSUD Banjarnegara periode 2009-2010.
Metode : Jenis Penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif, dan jenis datanya sekunder. Sampel yang diambil menggunakan total sampling yaitu 238 responden. Data dikumpulkan dengan master tabel.
Hasil : Angka Kejadian Perdarahan Postpartum terbesar 3,9%, berdasarkan umur terbesar pada umur 20-35 tahun (72,7%), terkecil umur < 20 tahun (13,4%). Paritas terbesar paritas 2-5 (multipara) (56,3%), terkecil pada paritas grandemultipara (2,1%). Berdasarkan faktor penyebab terbesar disebabkan oleh sisa plasenta yaitu 53%, dan terkecil disebabkan oleh inversio uteri dan rupture uteri yaitu 0,4%.
Kesimpulan : Angka kejadian perdarahan postpartum sebanyak 3,7% - 3,9% dari 3138 persalinan, umur ibu yang terbesar umur 20-35 tahun (72,7%). Paritas ibu yang terbesar 2-5 (multipara) (56,3%). Dan Faktor penyebab terbesar disebabkan oleh sisa plasenta (53%).
ibu bersalin Perdarahan Postpartum
. (2011). Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Perdarahan Postpartum Di RSUD Banjarnegara Periode 2009-2010. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id