Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan tahun 2010 jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai 1,5%. Prevalensi penyalahgunaan narkoba lebih tinggi pada pendidikan SLTA ke atas dibandingkan pendidikan yang lebih rendah. Data Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas menyarankan salah satunya sekolah tingkat SMA yaitu SMK Kesatrian Purwokerto untuk dilakukan penelitian. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan dengan wawancara terhadap 7 siswa kelas X di SMK Kesatrian Purwokerto, didapatkan informasi bahwa 5 siswa diantaranya pernah melihat temannya menggunakan zat Adiktif seperti merokok dan meminum minuman keras.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang NAPZA (Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif lainnya) pada remaja Kelas X di SMK Kesatrian Purwokerto Tahun 2014
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan cluster sampling, sampel penelitian ini adalah siswa SMK Kesatrian Purwokerto kelas X sebanyak 226. Alat ukur yang digunakan kuesioner dan jenis data adalah data primer. Analisis data menggunakan univariat.
Hasil penelitian didapatkan sebagian besar memiliki umur 15 tahun sebanyak 190 responden dan sebagian besar memiliki jenis kelamin laki-laki sebanyak 215 responden (95,1%). Sebagian besar pengetahuan responden adalah cukup sebanyak 127 responden (56,2%)
Kesimpulannya yaitu gambaran tingkat pengetahuan tentang NAPZA (Narkotika, Psikotropika, Zat Aditif lainnya) pada remaja Kelas X Di SMK Kesatrian Purwokerto Tahun 2014 sebagian besar adalah cukup.
Remaja pengetahuan NAPZA
. (2014). Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang NAPZA (Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif Lainnya) Pada Remaja Kelas X di SMK Kesatrian Purwokerto Tahun 2014. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id