Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai oleh defisiensi insulin relatif atau absolut, yang menyebabkan intoleransi glukosa. Gangren diabetik merupakan suatu komplikasi jangka panjang dari penyakit diabetes. Telah dilaporkan bahwa penderita diabetes lima kali lebih banyak terhadap resiko penderita gangren. Meningkatnya angka kejadian diabetes, komplikasi diabetes semakin meningkat. Salah satu dampak buruk diabetes yang sering terjadi adalah kaki diabetes. Gangguan pada kaki diabetes tidak hanya melibatkan unsur metabolik, tetapi juga struktur vaskular, fungsional, perawatan, serta nutrisi. Selain itu, kaki diabetes tercatat sebagai komplikasi penyebab morbiditas pada seorang diabetesi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran angka kejadian diabetes melitus di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Tahun 2011. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan Restropektif. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling. Responden pada penelitian ini sebanyak 88 data rekam medik pada penderita diabetes melitus.
Hasil penelitian menunjukkan kejadian komplikasi luka diabetik yaitu ulkus diabetik 18 kasus (20,5%), gangren diabetik 5 kasus (5,7%), dan tidak terdapat luka 65 kasus (73,9%). Gambaran kejadian luka diabetik berdasarkan usia yaitu, sebagian besar> 40 tahun. Berdasarkan klasifikasi diabetes melitus sebanyak 66 kasus (75%) DM Tipe 2.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kejadian komplikasi luka diabetik sebagian besar tidak terdapat luka diabetik, berdasarkan usia terbanyak pada usia> 40 tahun ,berdasarkan klasifikasi diabetes melitus terbanyak pada DM Tipe 2 sebanyak.
Diabetes Melitus
. (2012). Gambaran Angka Kejadian Diabetes Melitus Di Rsud Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Tahun 2011. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id