Pengaruh Pencucian Vagina Terhadap Kejadian Kandidiasis Vulvovagina Pada Wanita Pekerja Seks (WPS) di Klinik Infeksi Menular Seksual (IMS) Puskesmas II Baturraden
Kesehatan reproduksi merupakan program prioritas diseluruh negara di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, 75% wanita pasti mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya. Kejadian keputihan banyak disebabkan karena oleh bakteri kandidosis vulvovagenitis dan banyak perempuan yang tidak mengetahui cara membersihkan daerah vaginanya. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di Klinik Infeksi Menular Seksual (IMS) Puskesmas II Baturraden terdapat 80,7% wanita pekerja seks yang mengalami kandidiasis vulvovagina dan memiliki perilaku pencucian vagina yang tidak baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencucian vagina terhadap kejadian kandidiasis vulvovagina pada wanita pekerja seks di Klinik Infeksi Menular Seksual Puskesmas II Baturraden
Jenis penelitian yang di gunakan adalah Quasy Experiment dengan pendekatan Posttest Only Control Group Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Responden dalam penelitian ini sebanyak 52 wanita pekerja seks. Data diambil dengan memberikan kuesioner setelah responden melakukan pemeriksaan di klinik Infeksi menular Seksual (IMS) Puskesmas II Baturraden.
Terdapat pengaruh antara pencucian vagina dengan kejadian kandidiasis vulvovagina pada wanita pekerja seks di Klinik Infeksi Menular Seksual Puskesmas II baturraden dengan nilai t hitung = 3.513 (t>2.056), dan nilai p value = 0.003 (p<0.005). Oleh karena itu pencucian vagina dapat menjadi faktor penyebab terjadinya kandidiasis vulvovagina
Pencucian Vagina Kandidiasis Vulvovagina Wanita Pekerja Seks
. (2014). Pengaruh Pencucian Vagina Terhadap Kejadian Kandidiasis Vulvovagina Pada Wanita Pekerja Seks (WPS) di Klinik Infeksi Menular Seksual (IMS) Puskesmas II Baturraden. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id