Asfiksia penyumbang kematian pada bayi baru lahir, dimana bayi tidak mampu bernafas spontan dengan segera setelah lahir. Hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 penyebab utama kematian neonatal dini adalah asfiksia 33,6%. Tahun 2009 penyebab kematian bayi baru lahir di Jawa Tengah karena asfiksia 6%. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Agustus 2010 kasus asfiksia sejumlah 35 (25%). Hasil studi pendahuluan di RSUD Prof. Dr Margono Soekardjo Purwokerto tahun 2011 tercatat 614 bayi asfiksia dan 141 meninggal dari 2701 bayi baru lahir.
Mengetahui Gambaran Faktor Risiko Kejadian Asfiksia Pada bayi baru lahir di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto tahun 2011.
Mengunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi baru lahir dengan asfiksia tahun 2011 sejumlah 614 dengan teknik pengambilan Simple random sampling sejumlah 86 responden. Teknik pengumpulan data dengan metode documentary-historika, dengan analisa univariat.
Gambaran faktor risiko kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto tahun 2011 diperoleh hasil sebagian besar umur kehamilan 37-42 minggu sejumlah 43 (50,0%), ketuban pecah normal 52 (60,5%), plasenta letak normal 81 (94,2%), plasenta lepas normal 81 (94,2%), tidak memiliki riwayat penyakit kehamilan 69 (80,2%).
Gambaran faktor risiko asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto tahun 2011 sebagian besar ditemukan pada umur kehamilan 37-42 minggu, ketuban pecah normal, letak plasenta normal, lepasnya plasenta normal dan tidak memiliki riwayat penyakit.
Faktor Risiko Bayi Baru Lahir asfiksia
. (2012). Gambaran Faktor Risiko Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir Di Rsud Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto Tahun 2011. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id