Latar Belakang : Berjuta-juta wanita setiap tahunnya mengalami kehamilan. Beberapa kehamilan berakhir dengan kelahiran tetapi beberapa diantaranya berakhir dengan abortus. Ada 3 faktor penyebab abortus yaitu faktor ibu sebesar 65%, faktor janin sebesar 20% dan faktor plasenta 15%. Di antara 3 faktor tersebut paling banyak menyebabkan abortus adalah faktor ibu yang meliputi: umur, paritas, anemia, dan penyakit ibu. Sekitar 57% abortus terjadi pada ibu di bawah umur 25 tahun.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara paritas dengan abortus spontan di RSUD. R.Goeteng Taroenadibrata Purbalingga tahun 2011.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional dengan pendekatan retrospektif. Sampel yang digunakan adalah total sampling, sampel penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami abortus spontan dan ibu hamil yang bersalin normal. Sampel pada penelitian ini 679 responden.
Hasil : Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar ibu hamil tidak mengalami abortus spontan sebanyak 203 responden (29,9%), sebagian besar paritas ibu hamil adalah multipara sebanyak 132 responden (65,0%). Ada hubungan antara paritas ibu hamil dengan kejadian abortus di RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata tahun 2011 disimpulakan bahwa χ² hitung>χ² tabel (47,107> 5,991) maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Kesimpulan : Ada hubungan antara paritas ibu hamil dengan kejadian abortus spontan di RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata tahun 2011.
Ibu hamil paritas kejadian abortus
. (2012). Hubungan Paritas Dengan Abortus Spontan Di Rsud R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Tahun 2011. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id