Lanjut usia adalah orang yang sistem-sistem biologisnya mengalami perubahan-perubahan struktur dan fungsi dikarenakan usianya yang sudah lanjut. Salah satu perubahan tersebut adalah perubahan pada system saraf yang bisa bermanifestasi pada penurunan fungsi kognitif. Penurunan fungsi kognitif dapat menyebabkan dimensia. Faktor sosiodemografi seperti usia, pendidikan, pekerjaan dan tinggal sendiri mempengaruhi fungsi kognitif. Aktifitas fisik termasuk mobilitas diidentifikasi merupakan salah satu faktor yang diduga ada hubungannya dengan fungsi kognitif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia di Unit Rehabilitasi Sosial Dewanata Cilacap.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Responden pada penelitian ini sebanyak 46 lanjut usia. Metode pengumpulan data dengan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji korelasi spearman rank.
Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia dengan nilai p value < 0,05. Oleh karena itu aktivitas fisik dapat dijadikan sebagai pencegahan terhadap penuruhan fungsi kognitif
lansia Fungsi Kognitif Aktivitas Fisik
. (2012). Hubungan Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif pada Lansia di Unit Rehabilitasi Sosial Dewanata Cilacap. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id