Efektifitas Metode Bekam Kering Dan Bekam Basah Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Desa Cawitali Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal
Hipertensi merupakan penyebab berbagai penyakit berat dan komplikasi. Berbagai upaya penatalaksanaan hipertensi sudah dilakukan secara pengobatan medis maupun alternatif dan komplementer. Salah satu terapi komplementer yang dilakukan yaitu terapi bekam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas metode bekam kering dan bekam basah terhadap penurunan tekanan darah pada pasien pasien hipertensi
Jenis penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian Quasi Eksperimental Design dengan pendekatan Equivalent Time Sampel Design, dengan jumlah responden sebanyak 16 orang. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t-test.
Hasil penelitian ini metode bekam kering dan basah efektif untuk menurunkan tekanan darah sistolik dengan p-value 0,001 (< 0,05) dan diastolik adalah p-value 0,000 (< 0,05). Terdapat perbedaan efektifitas metode bekam kering dan bekam basah terhadap penurunan tekanan darah sistolik dengan nilai M untuk bekam kering (3,88) < bekam basah (20,62) dan efektif menurunkan tekanan darah diastolik dengan nilai M untuk bekam kering (1,75) < bekam basah (10,38). Sehingga disimpulkan metode bekam basah lebih efektif untuk menurunkan tekanan darah dibandingkan dengan metode bekam kering.
hipertensi Bekam Kering Bekam Basah
. (2014). Efektifitas Metode Bekam Kering Dan Bekam Basah Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Desa Cawitali Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id