Latar belakang : Salah satu faktor lingkungan yang menjadi faktor pencetus terjadinya serangan asma adalah perubahan cuaca yaitu kondisi kelembaban udara dan suhu suatu lingkungan. Data kunjungan pasien asma bronchial di RSUD dr.
R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga perkiraan sampai dengan bulan Desember tahun 2013 sejumlah 881 pasien
Tujuan penelitian : mengetahui hubungan kelembaban udara dan suhu rumah dengan terjadinya serangan asma bronkhial.
Metode Penelitian : jenis penelitian cross-sectional observasi analitik dengan teknik analisis chi-square. Teknik sampel simple random sampling. Besarnya sampel 90 pasien asma bronkhial. Instrumen penelitian dengan pengukuran higrometer dan data rekam medik.
Hasil penelitian : Sebagian besar responden perempuan sebanyak 43 pasien, berumur < 45 tahun sebanyak 48 pasien. Terjadinya serangan asma bronkhial pada responden yang memiliki tempat tinggal dengan kelembaban udara tidak baik 63 responden dengan nilai X2 = 6,591, ρval = 0,007 <α = 0,05, PR= 0,854 dan suhu rumah yang tidak baik yaitu 61 responden dengan nilai X2 = 5,857, ρval
. (2014). Hubungan Kelembaban udara dan suhu rumah dengan Terjadinya Serangan Asma Bronkhial di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id