Untuk menurunkan AKI/AKB dan komplikasi kebidanan secara bermakna melalui Deteksi dini ibu hamil berisiko perlu difokuskan pada keadaan yang menyebabkan ibu bersalin dirumah dengan yang ditolong oleh dukun bayi terutama dukun bayi yang tidak terlatih. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dari 39 Puskesmas di Kabupaten Banyumas untuk data komplikasi kebidanan tahun 2012 yang paling banyak jumlah ibu hamil dengan komplikasi kebidanan di Puskesmas Purwokerto Selatan sebanyak 349 dari 1.743 jumlah ibu hamil (20,03%).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran deteksi dini risiko tinggi pada ibu hamil di Puskesmas Purwokerto Selatan Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas Tahun 2014.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, sampel penelitian ini adalah semua ibu hamil yang ada pada saat penelitian di Puskesmas Purwokerto Selatan pada bulan April 2014 trimester I, II, dan III sebanyak 31 responden.
Gambaran deteksi dini risiko tinggi pada ibu hamil trimester I sebagian besar ibu hamil mengalami kehamilan risiko rendah sebanyak 3 responden (75%). Gambaran deteksi dini risiko tinggi pada ibu hamil trimester II sebagian besar ibu hamil mengalami kehamilan risiko rendah sebanyak 9 responden (64,3%). Gambaran deteksi dini risiko tinggi pada ibu hamil trimester III sebagian besar ibu hamil mengalami kehamilan risiko rendah sebanyak 8 responden (61,5%).
Ibu hamil Deteksi dini risiko tinggi
. (2014). Gambaran Deteksi Dini Risiko Tinggi Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas Tahun 2014. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id