Perawatan tali pusat secara medis menggunakan alkohol 70% atau bahan anti mikrobial seperti povidon-iodin 10% (Betadin), klorheksidin, iodium tinstor dan lain-lain yang tersebut sebagai cara modern selain dengan cara modern disarankan oleh WHO dalam merawat tali pusat adalah dengan menggunakan pembalut kasa bersih yang sering diganti. Studi penelitian dengan yang dilakukan kepada ibu nifas, 4 ibu nifas mengatakan perawatan dengan kassa kering puput tali pusat pada hari ke 5, 3 ibu nifas mengatakan perawatan tali pusat menggunakan kassa betadin dan puput hari ke 7.
Tujuan penelitian ini yang digunakan untuk mengetahui perbedaan lama terlepasnya tali pusat antara perawatan dengan kasa kering dan kasa betadin.
Metode penelitian adalah Survei Analitik dengan pendekatan Survei. Pengambilan sampel dengan tehnik purposive sampling. Populasinya adalah seluruhibu yang mempunyai bayi yang lahir pada tanggal 20 Juni 2014 sampai 20 Juli 2014 di Wilayah kerja Puskesmas Belik Kabupaten Pemalang, sampel yang diperoleh sebanyak 38 responden, pengumpulan data menggunakan lembar wawancara kemudian data dianalisis menggunakan uji t test.
Ada Perbadaan perilaku perawatan tali pusat dengan lama terlepasnya tali pusat di wilayah kerja Puskesmas Belik Kabupaten Pemalang Tahun 2014 dengan uji t test di dapat nilai p value lebih kecil dari α < 0.05 (0,003 α < 0.05).
perawatan tali pusat lama terlepasnya tali pusat
. (2014). Hubungan Perilaku Perawatan Tali Pusat dengan Lama Terlepasnya Tali Pusat di Wilayah Kerja Puskesmas Beli Kabupaten Pemalang Tahun 2014. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id