Secara psikologis orang lansia menjadi mudah lupa serta berkurangnya kegiatan dan interaksi (baik dengan anak-anak, saudara atau teman), mengalami rasa kesepian, kebosanan dan sebagainya. Perubahan tersebut pada umumnya mengarah pada penurunan kesehatan fisik yang akhirnya akan berpengaruh pada aktivitas ekonomi dan sosial mereka, sehingga secara umum akan berpengaruh pada aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran aspek kemandirian lanjut usia (Lansia) dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di Unit Rehabilitasi Sosial Dewanata Cilacap Tahun 2012.
Jenis penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia di Unit Rehabilitas Sosial Dewanata Cilacap sebanyak 90 lansia. Dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi maka sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 88 responden.
Hasil penelitian adalah Sebagian besar responden yaitu sebanyak 52 responden (59,1%) mempunyai kemandirian tingkat A yaitu mandiri terhadap 6 aktivitas (mandi, berpakaian, ke toilet, transferring, kontinensia dan makan). Sebagian besar lansia mandiri dalam aktivitas mandi sebanyak 53 responden (60,2%), berpakaian sebanyak 71 responden (80,7%), aktivitas ke toilet yaitu sebanyak 53 responden (60,2%), aktivitas tranfering sebanyak 55 responden (65,9%), aktivitas kontinensia sebanyak 58 responden (65,9%) dan aktivitas makan sebanyak 72 responden (81,8%).
Kemandirian lansia Aktivitas sehari-hari
. (2012). Gambaran Tingkat Kemandirian Usia Lanjut (Lansia) Dalam Pemenuhan Aktivitas Sehari-Hari Di Unit Rehabilitasi Sosial Dewanata Cilacap Tahun 2012. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id