Latar belakang : Data yang diperoleh dari Kabupaten Banyumas bulan Desember 2011 balita bawah garis merah (BGM) selama bulan Oktober Tahun 2011 mempunyai angka kejadian tertinggi yaitu di wilayah Puskesmas Cilongok II 68 balita, Puskesmas Kebasen terdapat 74 balita bawah garis merah, wilayah kerja Puskesmas Banyumas menduduki angka tertinggi yaitu sebanyak 96 balita bawah garis merah.
Tujuan : mengetahui gambaran faktor risiko balita bawah garis merah (BGM) di Desa Papringan Kecamatan Banyumas Banyumas Kabupaten Banyumas Tahun 2012 berdasarkan pendidikan orang tua, pendapatan orang tua dan penyakit yang diderita balita.
Metode : jenis penelitian ini adalah deskriptif berdasarkan data primer yang diambil dengan menggunakan teknik wawancara dan instrumennya adalah kuisioner terhadap 14 orang tua yang mempunyai balita bawah garis merah (BGM) di desa Papringan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas 2012.
Hasil : Gambaran Faktor Risiko Balita Bawah Garis Merah di Desa Papringan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas Tahun 2012 sebagian besar pendidikan SD yaitu 12 responden (85,7%) orang tua yang mempunyai balita BGM, pendapatan tingkat bawah atau kurang dari Rp 795.000,00 yaitu 9 responden (64,3%), serta tidak ada responden yang menderita penyakit KEP, jantung dan diare.
Kesimpulan : Gambaran Faktor Risiko Balita Bawah Garis Merah (BGM) di Desa Papringan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas Tahun 2012. Sebagian besar orang tua yang mempunyai balita BGM berpendidikan dasar atau SD, pendapatan tingkat rendah serta penyakit yang diderita oleh balita BGM penyakit paru-paru,panas, batuk dan pilek.
Faktor risiko balita BGM
. (2012). Gambaran Faktor Risiko Balita Bawah Garis Merah (Bgm) Di Desa Papringan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas Tahun 2012. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id