Lansia memiliki kebutuhan ekspresi seksual dan keintiman dan sering menampilkan tanggapan negatif ketika lansia dihadapkan dengan perilaku seksual. Lansia merasa malu dan tidak tahu bagaimana harus bereaksi. Hal ini menghasilkan perasaan tidak nyaman, sehingga penolakan kebutuhan dan keinginan untuk pemenuhan seksual. Persepsi seksual pada lansia diartikan sebagai fenomena yang menakutkan pada lansia.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui persepsi lansia terhadap hubungan seksualitas pada lansia di Desa Kedung Malang Kecamatan Sumbang Purwokerto Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode kualitaif dengan pendekatan fenomenologis dan menggunakan teknik proposif sampling dengan satu partisipan. Pengumpulan data dengan indepth interview.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi seksualitas pada lansia adalah hal yang wajar saja selama masih sehat dan mampu. Apabila terjadi penolakan pada pasangan partisipan mengatakan bahwa akan memberikan pengertian tentang manfaat hubungan seksual. Dan apabila partisipan dihadapkan pada masalah kehilangan pasangan yaitu partisipan akan lebih mendekatkan pada keluarga.
Kesimpulan penelitian ini adalah Persepsi terhadap seksulitas pada lansia yaitu wajar saja selama masih sehat dan mampu. Dan bila terjadi permasalahan pada seksualitasnya partisipan selalu mendiskusikan masalah tersebut dengan dengan pasangan atau keluarga.
lansia persepsi Seksual
. (2013). Persepsi Lansia Terhadap Hubungan Seksualitas Pada Lansia Di Desa Kedung Malang Kecamatan Sumbang Purwokerto Kabupaten Banyumas Tahun 2013. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id