Ketuban Pecah Dini (KPD) didefinisikan sebagai pecahnya ketuban sebelum waktunya melahirkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi KPD meliputi infeksi, servik inkompeten, hamil kembar, kelainan letak janin, malposisi, disporposi cefalopelvic, multigravida, kelainan selaput ketuban (amnionitis dan korioamionitis), amniotomi terlalu dini, adanya hipermotilitas rahim yang sudah lama terjadi sebelum ketuban pecah. Penyakit-penyakit seperti pielonefritis, sistitis, servisitis dan vaginitis. Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto didapatkan angka kejadian KPD dalam 2 tahun terakhir mengalami peningkatan dimana pada tahun 2012 sebanyak 177 kasus KPD (2,58%) dan pada tahun 2013 meningkat menjadi 236 kasus KPD (4,22%).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko terjadinya ketuban pecah dini pada ibu bersalin di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto tahun 2013.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan retrospektif. Sampel yang digunakan adalah quota sampling, sampel penelitian ini adalah kejadian KPD di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo tahun 2013 sebanyak 100 ibu bersalin. Analisa data menggunakan analisa univariat.
Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden tidak mengalami kehamilan kembar sebanyak 60 responden (60%), paritas responden adalah berisiko (primipara dan grandemultipara) sebanyak 57 responden (57%), usia responden adalah berisiko (< 20 tahun dan> 35 tahun) sebanyak 61 responden (61%).
paritas Usia Faktor Risiko KPD Kehamilan Kembar
. (2014). Gambaran Faktor Risiko terjadinya Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Tahun 2013. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id