Latar belakang : Kematian ibu masih menjadi masalah besar di Indonesia. Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia relatif tinggi, pada tahun 2009 sebesar 226/100.000 kelahiran hidup (KH), dan penyebab AKI tertinggi adalah perdarahan postpartum yaitu sebesar 28%. Angka perdarahan postpartum di RSUD Banyumas mengalami peningkatan dari tahun 2010 sebesar 37 kasus dan tahun 2011 sebesar 66 kasus. Angka ini lebih tinggi dibandingkan di RSUD Purbalingga yaitu sebanyak 19 kasus.
Tujuan : Untuk mengetahui Hubungan Antara Umur dan Paritas Ibu Bersalin dengan Kejadian Perdarahan Postpartum di RSUD Banyumas tahun 2011
Metode : Jenis penelitian ini Study Korelasi dengan pendekatan Retrospektif, dan jenis datanya Sekunder. Sampel yang diambil menggunakan Total Sampling yaitu 1801 responden.
Hasil : Angka kejadian perdarahan postpartum sebesar 66 (3,7%). Kejadian perdarahan postpartum berdasarkan umur ibu bersalin tertinggi terjadi pada ibu berusia 20-35 tahun sebesar 43 responden (65,2%). Kejadian perdarahan postpartum berdasarkan paritas ibu bersalin tertinggi terjadi pada ibu multipara sebesar 35 responden (53 %). Hasil uji Chi square hubungan umur dengan kejadian perdarahn postpartum didapatkan hasil X2 hitung 7,545> X2 tabel 5,991. Hasil uji chi square hubungan paritas dengan kejadian perdarahan postpartum didapatkan hasil X2 hitung = 8,536> X2 tabel = 5,991.
Kesimpulan : Ada hubungan antara umur dan paritas ibu bersalin dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUD Banyumas tahun 2011
umur paritas Perdarahan Postpartum
. (2012). Hubungan Antara Umur Dan Paritas Ibu Bersalin Dengan Kejadian Perdarahan Postpartum Di Rsud Banyumas Tahun 2011. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id