Hubungan Antara Lama Pemakaian Kb Dmpa Dengan Kejadian Amenorhea Pada Akseptor Kb Dmpa Di Bps Tuty Barinah Desa Tipar Kidul Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas Tahun 2012
Latar Belakang : Salah satu metode kontrasepsi modern dengan menggunakan suntik yang paling sering digunakan adalah DMPA (Depo Medroksi Progesteron Acetat) yang berisi Depo Medroksi Progesteron Acetat sebanyak 150 mg dengan guna 3 bulan. Dampak yang dapat muncul pada penggunaan kontrasepsi hormonal salah satunya adalah gangguan menstruasi. Hasil studi pendahuluan di BPS Tuty Barinah melalui wawancara terhadap 10 akseptor KB DMPA, 6 diantaranya mengalami amenorhea, dan yang lainnya mengalami efek samping lain.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara lama pemakaian KB DMPA dengan kejadian amenorhea pada akseptor KB DMPA di BPS Tuty Barinah Desa Tipar Kidul Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas 2012.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah accidental sampling menggunakan angket pada 52 akseptor KB DMPA di BPS Tuty Barinah.
Hasil : Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar memakai KB DMPA selama> 9 bulan sebanyak 36 responden (69,2%), mengalami amenorhea sebanyak 38 responden (73,1%). Berdasarkan hasil perhitungan chi square χ² hitung (27,151)>χ² table (3,841) dengan nilai p value 0,001 maka Ho ditolak dan Ha diterima.
. (2012). Hubungan Antara Lama Pemakaian Kb Dmpa Dengan Kejadian Amenorhea Pada Akseptor Kb Dmpa Di Bps Tuty Barinah Desa Tipar Kidul Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas Tahun 2012. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id