Gagal Ginjal Kronik adalah suatu proses patofisiologi dengan etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif. Faktor risiko terjadinya GGK bisa disebabkan karena faktor riwayat penyakit terdahulu, umur, pendidikan, penggunaan rokok, penggunaan obat bebas, mengkonsumsi minuman suplemen berenergi, mengkonsumsi jamu, mengkonsumsi minuman bersoda.
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui gambaran faktor risiko terjadinya Gagal Ginjal Kronik di RSUD. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan one shote. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisa sebanyak 48 responden.
Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar responden mempunyai riwayat penyakit terdahulu yaitu 47 orang (97.9%), faktor usia adalah lebih dari 50 tahun yaitu sejumlah 24 orang (50.0%), riwayat mengkonsumsi rokok yaitu sejumlah 25 orang (52.1%), riwayat mengkonsumsi obat bebas yaitu sejumlah 27 orang (56.3%), riwayat mengkonsumsi minuman suplemen berenergi terbesar adalah Tidak yaitu sejumlah 26 orang (54.2%), riwayat mengkonsumsi jamu yaitu sebanyak 29 orang (60.4%), riwayat mengkonsumsi minuman berkarbomnasi/bersoda terbesar adalah Tidak mengkonsumsi yaitu sejumlah 28 orang (58.3%), dan jenis pendidikan terbesar adalah SD sejumlah 20 orang (41.7%).
Sebagian besar gambaran faktor risiko terjadinya GGK di RSUD. Purbalingga tahun 2014 berdasarkan riwayat penyakit terdahulu sebanyak 47 orang (97.9%), yang meliputi penyakit glomerulonefritis, pielonefritis, hipertensi, diabetes militus, batu ginjal.
Faktor Risiko Gagal Ginjal Kronik
. (2012). Gambaran Faktor Risiko Terjadinya Gagal Ginjal Kronik di RSUD. R. Goeteng Taroena Dibrata Purbalingga. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id