Hubungan Pengetahuan Skabies Dan Kebersihan Diri Santri Dengan Kejadian Skabies Di Pesantren Madinatul Huda Kecamatan Salem Kabupaten Brebes Tahun 2012
Skabies ditemukan disemua negara dengan prevalensi yang bervariasi. Dibeberapa negara yang sedang berkembang prevalensi skabies sekitar 6%-27% dari populasi umum dan cenderung tinggi pada anak-anak serta remaja. Penyebaran tungau skabies adalah dengan kontak langsung dengan penderita skabies. Skabies juga bisa menular melalui penggunaan handuk bersamaan, sprei tempat tidur, dan segala hal yang dimiliki pasien skabies. Oleh karena itu skabies sering menyebar dalam anggota keluarga, satu asrama, atau kelompok anak sekolah misalnya pesantren.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang penyakit skabies dan kebersihan diri santri dengan kejadian skabies di Pesantren Madinatul Huda Kecamatan Salem Kabupaten Brebes. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian analitik korelatif. Responden pada penelitian ini berjumlah 61 santri. Data diambil dengan menggunakan instrumen penelitian berupa quesioner yang dibagikan kepada responden untuk kemudian diisi.
Ada hubungan yang berarti antara tingkat pengetahuan dengan kejadian skabies, hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian dan analisis data penghitungan uji chi square, didapatkan nilai p value = 0,008. Ada hubungan yang berarti antara tingkat kebersihan dengan kejadian skabies, hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian dan analisis data penghitungan uji chi square, didapatkan nilai p value = 0,000. Agar Ho dapat diterima maka nilai p value harus> 0,05.
pengetahuan kebersihan diri Kejadian Skabies
. (2012). Hubungan Pengetahuan Skabies Dan Kebersihan Diri Santri Dengan Kejadian Skabies Di Pesantren Madinatul Huda Kecamatan Salem Kabupaten Brebes Tahun 2012. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id