Latar belakang : Penyebab kematian bayi di dunia adalah BBLR, bayi prematur, ikterus. Hasil survey di RSUD PROF. Dr Margono tahun 2010 untuk angka kejadian ikterus pada tahun 2008 249 kasus (3,8%), tahun 2009 410 kasus (6,9%), dan tahun 2010 614 kasus (11,76%). Semakin meningkatnya angka kejadian ikterus pada bayi baru lahir setiap tahunnya tetapi belum didapatkan faktor penyebab yang mengakibatkan ikterus patologis pada bayi baru lahir.
Tujuan : Untuk mengetahui gambaran faktor risiko terjadinya ikterus patologis pada bayi baru lahir di RSUD PROF. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto tahun 2010.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrosfektif. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, sebanyak 91 responden dengan menggunakan instrumen master tabel.
Hasil : Angka terbesar komplikasi pada ibu yang menyebabkan kejadian ikterus patologis adalah tidak adanya komplikasi pada ibu 90 (99%), yang terkecil komplikasi inkompatibilitas ABO dan Rhesus tidak ada (0). Berdasarkan umur kehamilan saat persalinan terbesar adalah aterm 66 (73%), dan terkecil umur kehamilan postterem 2 (2%) sedangkan berdasarkan berat badan bayi baru lahir jumlah terbesar berat>2500 gram-4000 gram 58 (64%), yang terkecil berat <1000 gram tdak ada (0).
Kesimpulan : Faktor penyebab kajadian ikterus patologis pada bayi baru lahir berdasarkan komplikasi kehamilan pada ibu sangat sedikit, untuk faktor yang berdasarkan umur kehamilan usia aterm yang terbanyak, dan berdasarkan berat badan bayi baru lahir yang terbanyak adalah berat badan>2500 gram-4000 gram.
Faktor Risiko Bayi Baru Lahir Ikterus patologis
. (2012). Gambaran Faktor Risiko Kejadian Ikterus Patologis Pada Bayi Baru Lahir Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Pada Tahun 2010. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id