ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN POST OPERASI BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) DENGAN TURP HARI PERTAMA DI RUANG KENANGA RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Pada hakekatnya menjadi tua itu merupakan proses alamiah yang pasti akan dialami semua orang dan tidak bisa dihindari. Hal ini dikarenakan setiap orang akan melewati beberapa tahapan seperti masa anak-anak, masa remaja, masa dewasa, dan masa tua atau usia lanjut. Pada usia lanjut tersebut akan mengalami kemunduran atau penurunan fungsi organ tubuh sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan kadar hormone pria, terutama testosterone. Hormone testosteron dalam kelenjar prostat akan diubah menjadi Dihidrotestosteron (DHT). DHT inilah yang kemudian secara kronis merangsang kelenjar prostat sehingga membesar yang disebut Benign Prostatic Hyperplasia atau disingkat BPH.
Tujuan Umum Dapat melakukan Asuhan Keperawatan pada pasien dengan Benigna Prostat Hiperplasia dengan menggunakan pendekatan melalui proses keperawatan secara komprehensif.
Selama perawatan yang dilakukan dalam 3 hari, 3diagnosa teratasi sebagian dan 2 teratasi. Diagnosa nyeri akut teratasi sebagian karena Tn.S masih mengeluhkan nyeri tetapi tidak sering. Masalah retensio urin teratasi sebagian karena urin belum berwarna kuning jernih. Kemudian resiko infeksi juga teratasi sebagian karena dihari ketiga Tn.S masih menggunakan tree way cath dan masih terpasang infus. Sedangkan diagnosa gangguan pola tidur sudah teratasi di hari kedua post operasi BPH dengan TURP. Pada diagnosa resiko jatuh sudah teratasi di hari ketiga dengan evaluasi Tn.S sudah bisa duduk dikursi dengan mandiri.
Asuhan Keperawatan Post Operasi Benign Prostatic Hyperplasia
. (2015). ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN POST OPERASI BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) DENGAN TURP HARI PERTAMA DI RUANG KENANGA RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id